Swastika, Lambang Mulia yang Dicemari Nazi

Setelah Angkatan Udara Finlandia menghapusnya, Tidak ada orang lain yang menggunakan logo swastika. Lambang nilai-nilai luhur berubah makna menjadi lambang terkutuk karena Nazi.

Lambang Swastika pada spanduk unit Komando Angkatan Udara Finlandia.

Tanda Nazi. Simbol yang sejatinya eksis sejak tahun terakhir itu tak dimungkiri sudah ternoda maknanya gegara Adolf Hitler cs. menggunakannya ketika menguasai Jerman lewat Partai Nazi. Pasca-Perang Dunia II, simbol itupun jadi hal yang haram digunakan lagi, kecuali oleh Ilmavoimat alias Angkatan Udara Finlandia.

Unit Komando AU Finlandia menggunakan logo swastika sejak 1918 meski akhirnya ditanggalkan. Logonya berupa lambang swastika saat berdiri setelah diganti menjadi elang berwarna emas di dalam bulat berwarna biru yang dikelilingi enam sayap putih.

Perubahan itu menimbulkan kegaduhan apapun karena Ilmavoimat mengubahnya tanpa pengumuman publik pada 2017. Publik baru menyadari sejarawan dan pengamat politik internasional Universitas Helsinki Profesor Teivo Teivainen mengunggah sebuah utas di akun Twitter-nya, @TeivoTeivainen, 30 Juni 2020.

“RIP ID (logo) Staf Komando Angkatan Udara. Saya kira simbol itu tidak akan pernah diganti? Jadi biar saya ungkapkan sebuah kabar: logonya sudah diubah diam-diam," tulisnya.

Kabar itu dikonfirmasi Kepala Staf Komando AU Finlandia Brigjen Jari Mikkonen. “Tak dimungkiri, kami harus selalu menjelaskan dari waktu ke waktu tentang sejarah swastika di AU Finlandia sejak 1918. Logo ini memicu dengan para mitra luar negeri kami, jadi untuk terus menggunakannya adalah hal yang tidak perlu dan pantas,” jelasnya, dikutip USA Hari ini, 2 Juli 2020.

Simbol Populer di Militer

Simbol swastika sudah jadi tanda pengenal di pesawat-pesawat Finlandia bersama roundel lingkaran triwarna putih-biru-putih sejak 102 silam. Simbol tersebut jadi bagian sejarah terkait AU Finlandia yang berdiri sejak awal abad ke-20 seiring dengan gejolak Perang Saudara antara kaum merah yang disokong Partai Komunis Rusia dan golongan putih (White Guard) yang didukung Jerman.

Mengutip Christopher Shores dalam Finnish Air Force, 1918-1968, adalah pesawat intai dua kokpit hibah dari bangsawan Swedia Count Eric von Rosen yang pertamakali menggunakan simbol swastika. Pesawat itu merupakan alutsista udara kedua White Guard. Pesawat pertama adalah NAB Albatros, yang juga hibah dari Swedia melalui seorang pengusaha media Waldemar Langlet pada 25 Februari 1918.

“Pada 6 Maret (1918) pesawat dipersembahkan untuk Count Eric von Rosen, di mana pesawatnya sudah tertera simbol pribadi untuk itu, sebuah swastika biru dan itu diadopsi untuk semua pesawat dan tanggal 6 Maret 1918 diresmikan hari jadi AU Finlandia,” tulis Shores .

Kegemaran Von Rosen menggunakan swastika sebagai simbol kebanggaan bangsa Viking berawal dari melihat simbol itu di situs reruntuhan batu kuno di Gotland pada masa sekolah. Mengingat titimangsanya, Von Rosen tak memiliki apapun dengan Partai Nazi yang baru mengadopsi logo swastika pada 1920, kendati dia memiliki hubungan ipar dengan Hermann Goering, pilot veteran Perang Dunia I yang jadi gembong Nazi. Goering menikahi Carin Axelina Hulda Fock, adik dari istri Von Rosen, pada 1923.

Finlandia bukan satu-satunya yang mengagungkan swastika sebagai simbol. Swastika punya sejarah panjang sebagai ikon spiritual Hinduisme, Buddhisme, dan Jainisme di India, bahkan peradaban bangsa Viking di Eropa Utara dan Yunani, dan Jermanik di daratan Eropa.

Khusus di Eropa, swastika sebagai simbol tanpa keterkaitan politis. Maka ia digunakan beberapa pihak untuk urusan komersil. Kantor pusat perusahaan bir Carlsberg di København, Denmark, misalnya, menggunakannya dengan swastika di tubuh seekor gajah di gapuranya sejak 1901.

Novelis Inggris Rudyard Kipling acap menjadikan swastika sebagai cap khasnya di setiap sampul buku buku hasil hasil sebelum era Nazi. Di Dublin, Irlandia sejak 1912, ada perusahaan binatu bernama Swastika Laundry. Di Miami, Florida, Amerika Serikat (AS) bahkan ada taman Swastika Park sejak 1917, dan golf merk tongkat buatan Morehead..

Militer di berbagai negara pun memakai swastika demi di medan perang. Jauh sebelum AU Finlandia menggunakannya, simbol swastika sudah dipakai Resimen Infantri ke-12 AS yang dibentuk 20 Oktober 1861. Unit yang 12 kali diterjunkan pihak Union di Perang Saudara Amerika itu menyematkan swastika menghadap ke kiri di antara simbol-simbol kuno di panjinya. Unit intai-tempur udara Prancis di Perang Dunia I La Fayette Escadrille yang –berisi para relawan pilot dari Amerika– dibentuk pada 1916 juga menggunakan swastika.

“Dalam udara di udara, para pilot Amerika menerbangkan pesawat-pesawat yang terdapat gambar swastika besar di kedua sisi badan pesawat. Simbol swastikanya juga terdapat di logo unit bergambar kepala suku Indian, di mana hiasan kepalanya juga terselip simbol swastika kecil. Simbol itu tak lebih untuk semata-mata,” tulis Rex Curry dalam Pledge of Allegiance and Swastika Secrets.

Tentara Merah pun tak mau kalah. Unit Kalmyk dalam Revolusi Bolshevik 1917 mengenakan seragam dengan patch di kerah berbentuk berlian merah dan terselip swastika kuning di tengahnya. Di antara sudut swastikanya disematkan singkatan RSFSR yang terjemahannya: Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia.

Hampir bersamaan dengan AU Finlandia, unit intai Skadron 273 RAF (AU Inggris) yang berdiri 30 Juli 1918 dan berlaga di Perang Dunia I juga menggunakannya. Skadron yang dibubarkan setahun kemudian itu menggunakan swastika di emblem bergambar laba-laba Black Widow-nya.

Sementara, AU Latvia, disebutkan Dov Gutterman dalam Latvia: Aircraft Marking, sejak 1919 memakai lencana berwarna merah marun di dalam sekeliling bundaran yang menyertai roundel pesawat kombinasi merah marun dan putih. Tak jauh dari Latvia, pasukan infantri gunung Polandia di wilayah Podhale menggunakan swastika pada 1920. Divisi Infantri Gunung ke-21, ke-22, dan Brigade Gunung ke-2 Polandia pun ikut menggunakan swastika dengan beragam varian.

Sejak berdiri pada tahun 1923, Divisi Infantri ke-45 AS juga mengagungkan lencana berlian segi empat berwarna merah darah dengan swastika kuning di tengahnya. Lantaran kemudian digunakan Nazi, divisi itu mengganti swastikanya dengan gambar burung mistis “Thunderbird” kuning pada 1939.

Sebelum digunakan Nazi, di Jerman swastika sudah dipakai oleh Marinebrigade Ehrhardt, pasukan sukarela pimpinan Korvettenkapitän Hermann Ehrhardt, sejak 1918. Marinebrigade Ehrhardt terlibat dalam Revolusi Jerman (29 Oktober 1918-11 Agustus 1919), Pemberontakan Silesia I (Agustus 1919-Juli 1921), hingga Kudeta Kapp-Lüttwitz (13 Maret 1920). Rangkaian konflik di Jerman pasca-Perang Dunia I itu lantas melengserkan Kaisar Wilhelm II dan melahirkan Republik Weimar.

Walau tak diletakkan di patch seragam mereka, swastika atau hakenkreuz (salib berkait) dalam bahasa Jerman selalu diterakan di semua helm pasukan dan truk-truk pengangkut pasukan. Meski tidak ada yang berbeda antara korps sukarelawan itu, swastika atau hakenkreuzlah yang diajukan sebagai simbol dan disetujui oleh pihak ketika Hitler mengambil swastika dengan pemaknaan.

Seiring masuknya Hitler menjadi kader partai yang semula bernama Deutsche Arbeitpartei (DAP) atau Partai Buruh Jerman itu, pada Maret 1920 partai mengganti namanya menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeitpartei (NSDAP) atau Partai Buruh Nasionalis-Sosialis Jerman. Pergantian nama itu diikuti pula dengan penggantian lambang partai: berupa penutup bundar hitam-putih DAP menjadi lingkaran berwarna hitam-putih-merah dengan hakenkreuz hitam di tengahnya serta tulisan National-Sozialistische D.A.P.

Hitler juga menghargai desain panji pesta berupa bendera merah darah dengan lingkaran putih di tengahnya. Di dalam lingkaran putih itu ia sematkan swastika hitam menghadap ke kanan dan miring 45 derajat.

“Dari percobaan (sketsa) yang terhitung, saya sampai pada desain final: sebuah bendera dengan latar belakang merah, lingkaran putih, dan swastika hitam di tengahnya. Warna-warna itu menampilkan kami akan kejayaan masa lalu yang membanggakan bangsa Jerman. Merah sebagai gagasan sosial dalam pergerakan kami. Putih sebagai gagasan yang nasionalistik. Swastika menggambarkan perjuangan mencapai kemenangan bangsa Arya,” ungkap Hitler dalam Mein Kampf.

Seragam kader dan pasukan paramiliter Sturmabteilung (SA) dan Schutzstaffel (SS) yang trendy buatan Hugo Boss juga disempurnakan dengan disematkan swastika mulai dari topi, pita tangan, hingga patch lengan.

Setelah Hitler menjadi kanselir pada tahun 1933 dan utamanya setelah Presiden Paul von Hindenburg wafat pada tahun 1934, Hitler memiliki kewenangan tanpa batas. Bendera nasional digantinya dengan bendera Partai Nazi. Seragam tiga matra dalam Reichswehr disematkan logo Parteiadler yang mencengkeram swastika lewat titah Menteri Pertahanan Generalfeldmarschall Werner von Blomberg. Sejak saat itu, makna swastika yang bertabur nilai-nilai mulia berubah menjadi simbol terkutuk untuk memuja-memuja bangsa Arya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama