Ketika Fasisme Muncul di Bumi

Impian Benito Mussolini untuk mengulang kejayaan kekaisaran Romawi melahirkan ideologi paling berbahaya di zaman modern ini.

Benito Mussolini, pemimpin Partai Fasis Italia dan Adolf Hitler, pemimpin Partai Nazi di Jerman.

Di sepanjang kota Milan, pria berkemeja hitam berjejal memadati jalanan. Dengan gaya khas, mereka mengacungkan tangan kanan ke udara. Sang pemimpin, Benito Mussolini, mendeklarasikan berdirinya Fasci di Combattimento yang kelak dikenal sebagai Partai Fasis, 23 Maret 1919, tepat hari ini seabad lalu.

“Kita adalah manusia-manusia yang mendorong negara ke kancah peperangan dan meraih kemenangan,” seru Mussolini.

Fasisme lahir ketika Italia mengalami krisis ekonomi pasca Perang Dunia pertama. Sebagai negara pemenang, Italia gagal mendapatkan pembagian wilayah di Afrika Utara. Hutang negara bertumpuk sementara ratusan ribu rakyat Italia menganggur. Mussolini, tokoh Partai Sosialis dan pemimpin redaksi koran Avanti datang menawarkan perubahan.

Rezim Il Duce

Semula, gerakan Fasis di bawah Mussolini hanyalah kelompok aksi ultranasionalis. Gerakan ini Perang Fasci d’Azione Rivoluzionarea (kelompok pemuda yang ingin). Simbol mereka adalah Fasces, tongkat kayu bermata kapak, diadaptasi dari zaman Romawi kuno yang melambagkan hukum dan kekuatan. Salamnya diambil dari gaya legiun Roma, legiun d’ Annunzio, yaitu lengan kanan naik dengan tangan kanan.

Mussolini mengusung kampanye Italia Raya seperti masa jaya Imperium Romawi yang tercetus dalam konsep Italia la Prima. Dalam romantika masa lalu, wilayah Italia terbentang dari Negara Italia, Laut Mediterania, Afrika Utara, sampai Ethiopia. Propaganda ini cukup laris termakan rakyat. Pada 1921, tercatat dalam Compendio di Statistica Ellettorale, Partai Fasis berhasil memasuki parlemen dengan raihan 35 kursi di parlemen.

“Metode Mussolini kemudian, adalah menyusun Fasis-nya sebagai angkatan perang politik yang privat. Ia beroperasi di luar parlemen, meraih kekuasaan dengan reli jalanan dan mengghasilkan lawan,” tulis Hugh Purcell dalam Fascism: People and Politics.

Dalam sepak terjangnya, Partai Fasis disokong oleh kalangan industrialis yang antikomunis. Partai ini juga mengandalkan unit khusus bernama Squadirsti. Mereka tak segan menghancurkan lawan politiknya dengan cara berkelahi, bikin rusuh, hingga membunuh.

pertumbuhan Fasis yang pesat membuktikan bahwa Mussolini cakap dalam mengorganisasi. Pada 31 Oktober 1922, dalam usia 39 tahun, Mussolini dilantik menjadi Perdana Mentri termuda Italia dan dimulainya pemerintahan Fasis. Mussolini pun mendapatkan gelar kehormatan dari rakyatnya, Il Duce yang berarti sang pemimpin.

Politik Agresif

Dalam Today's Isms, William Ebenstein menyebutkan, Mussolini memerintah secara totaliter dengan ciri: sangat nasionalis chauvinistik, rasialis, militeris, dan imperialis. Dengan tangan besi, perlahan Italia menjadi negara yang stabil. Selama Fasis berlangsung, tiada unjuk rasa atau mogok kerja. Ketertiban umum harus dibayar dengan kehilangan kebebasan berpendapat.

Demi menghasilkan generasi baru Italia, pertumbuhan penduduk digenjot. Bagi Mussolini, pengaruh suatu bangsa sangat bergantung pada kekuatan demografi.

“Apa artinya 40 juta orang Italia dibandingkan dengan 90 juta orang Jerman dan 200 juta orang Slavia? Apa artinya 40 juta orang Italia dibandingkan dengan 40 juta orang Prancis, ditambah 90 juta penduduk koloni mereka, atau 46 juta orang Inggris ditambah 450 juta orang yang tinggal di koloni mereka?” kata Mussolini dilansir Il Popolo d'Italia, 26 Mei 1927.

Untuk memperoleh bonus demografi, Mussolini menetapkan pajak bagi bujangan serta tunjangan bagi ibu. Hasilnya, data kependudukan menunjukkan dari 93 wanita kelahiran sekitar 1300 orang anak. Kualitas sumber daya manusia Italia meningkat. Di bidang olahraga, Italia muncul sebagai kekuatan baru meski para atlitnya bermain di bawah bayang-bayang ancaman.

Setelah kuat di dalam negeri, pemerintahan Fasisme mulai politik ekspansi politik. Langkah pertama adalah dengan menginvasi Ethiopia. Alasan penaklukkan Ethiopia karena negara tersebut termasuk ke dalam mandala Italia Irredenta. Di samping itu, Italia membutuhkan ruang hidup bagi populasi penduduknya yang kian bertambah. Dari segi ekonomi, Italia juga membutuhkan Ethiopia sebagai negeri penghasil bahan mentah.

Dalam kurun waktu tujuh bulan, tepatnya 5 Mei 1936, Italia mengalahkan Ethiopia sepenuhnya di bawah komando Marsekal Badoglio. Invasi itu membuat pemimpin Ethiopia, Kaisar Haile Salassie membawa diri ke Inggris. Liga Bangsa-Bangsa menegur agresi tersebut yang langsung di jawab Italia dengan keluar dari organisasi organisasi.

Untuk memperbesar pengaruhnya di Eropa, Italia juga melibatkan diri dalam perang saudara di Spanyol. Tokoh fasis Italia menyokong Jenderal Francisco Franco yang ingin melakukan pemberontakan terhadap pemerintah yang dipimpin oleh Manuel Azana dari Partai Komunis. Alasan Italia turut campur dalam kisruh politik Spanyol untuk mencari sekutu Fasis sekaligus langkah awal untuk mem-Fasiskan seluruh Eropa. Di balik itu, motif terselubung kekuasaan. Letak Spanyol yang strategis ingin dijadikan Mussolini sebagai Laut Italia sebagaimana halnya zaman I kekaisaran Romawi.

Keok

Keberhasilan Mussolini, menginspirasi Adolf Hitler yang kelak mendirikan Partai Nasionalis Sosialis, Nazi di Jerman. Pada 1939, Italia tergabung dalam blok Poros bersama Jerman dan Jepang menggelorakan Perang Dunia Kedua. Lawan yang dihadapi adalah blok Sekutu terdiri dari Inggris, Prancis, Uni Soviet, Amerika Serikat dan negara lainnya.

Pengalaman perang kecil di Ethiopia membuat Mussolini jemawa. Italia sendiri sebenarnya belum siap menghadapi perang besar. Menjelang pecahnya perang Italia hanya mengandalkan kekuatan sisa Perang Dunia I. Senapan yang digunakan adalah buatan tahun 1891. Persenjataan itupun tidak akan diganti hingga akhir Perang Dunia II.

Di awal perang, Jerman mampu mengatasi berbagai pertempuran di Eropa. Pun demikian dengan Jepang yang digdaya di Asia Timur Raya. Namun, Italia yang terjun di depan Balkan dan Afrika Utara justru keok dimana-mana. Pada 9 Juli 1943, Sekutu berhasil memasuki Italia melalui Pulau Sisilia. Pengaruh Mussolini goyah dan berada di ambang kejatuhan. Hingga akhirnya, blok Poros kalah total dari Sekutu.

Pada 28 April 1945, Mussolini yang hendak melarikan diri ke Swiss dengan bahaya, dan ditangkap kaum partisan komunis. Dia ditembak mati didepan regu tembak. Mayatnya beserta mayat kekasihnya Clara Pettaci dibawa ke Milan.

Sesampainya di tengah kota, mayat Mussolini digantung dengan posisi kepala di bawah. Di tempat itu pula ia pernah meneriakkan kalimat berapi-api dihadapan lautan massa yang memuja kejayaan Fasisme. Berakhirnya hidup Mussolini berakhir pula rezim Fasisme di Italia

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama