Ternyata patung di Mabes Polri itu Bukan Wajah Gajah Mada

Pematung sudah menyelesaikan tubuh Gajah Mada, masalahnya mereka tidak tahu pasti seperti apa bentuk wajahnya.

Patung Gajah Mada merupakan lambang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Di Mabes Polri berdiri tugu Gajah Mada. Ternyata, patung itu hanya tubuh Gajah Mada, sedangkan wajahnya adalah Moehammad Jasin yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2015.

Cerita bermula ketika Kapolri R.S. Soekanto menugaskan Komisaris R. Umargatab, ketua Pengawas Aliran Masyarakat (PAM), untuk mencari pematung untuk membangun monumen patung Gajah Mada. Monumen ini akan ditempatkan di halaman depan Mabes Polri. Patung ini harus diselesaikan dan diresmikan pada hari ulang tahun (HUT) Polri, 1 Juli 1962.

Pematung, Catur Prasetya, dibantu 30 pekerja, berhasil menyelesaikan patung tersebut sebulan sebelum HUT Bhayangkara. Namun, kepala itu belum selesai karena baik Umargatab maupun pematung tidak tahu pasti wajah Gajah Mada. Acara pelantikan tinggal seminggu lagi.

“Sebagai penanggung jawab, dan agar tidak ditegur Kapolri RS Soekanto, tanpa menjelaskan tujuannya, Pak Umar meminta foto saya. Saya kira foto saya akan digunakan untuk dokumentasi PAM. ternyata tidak demikian," kata Moehammad Jasin dalam Memoar Jasin The Police Fighter. Saat itu, Jasin adalah Panglima Korps Brigade Mobil Indonesia (Mobrig, kemudian Brimob). Jasin dijuluki Pak Brimob.

Umargatab menyerahkan foto Jasin kepada pematung dengan permintaan untuk tidak pernah mengungkapkannya kepada Soekanto. Jadi, patung Gajah Mada setinggi 17 meter dengan alas 8 meter berdiri di halaman Mabes Polri, yang wajahnya konon mirip wajah komandan korps Mobrig. "Wajah Pak Jasin mirip dengan Gajah Mada," kata Umargatab.

"Setelah semuanya selesai," kata Jasin, "Pak Umargatab meminta maaf kepada saya karena harus 'mencuri' wajah saya untuk menyelesaikan patung itu. Dia juga meminta saya untuk merahasiakan ini. Setelah patung itu selesai, saya hanya bisa berharap bahwa rahasia ini tidak terbongkar.”

Pada saat pelantikan pada 1 Juli 1962, Jasin dan Umargatab saling pandang, khawatir Soekanto akan gusar setelah melihat hasilnya. Syukurlah, Soekanto tidak mempermasalahkan patung itu, bahkan setelah upacara dia mengucapkan selamat dan berterima kasih kepada Umargatab dan pematung.

“Rahasia ini kami pegang teguh dan baru dibuka setelah Pak Soekanto pensiun,” kata Jasin. "Ternyata dia tidak marah, dia malah tertawa terbahak-bahak."

Jika memoar Jasin menyebutkan inisiatif untuk membangun patung Gajah Mada, R.S. Soekanto. Sementara itu, sumber lain, Jakarta Encyclopedia, menyebutkan bahwa penggagasnya adalah Kapolri R. Soekarno Djojonegoro, penerus Soekanto. Dan peresmiannya oleh Presiden Soekarno pada tanggal 1 Juli 1962.

Wajah Gajah Mada diselimuti kontroversi. Banyak cerita beredar bahwa wajah Mahapatih kerajaan Majapahit mirip dengan wajah sejarawan Mohammad Yamin, penulis cerita Gajah Mada. Kisah wajah Gajah Mada bermula dari ditemukannya pecahan gerabah dengan wajah seorang pria yang dianggap sangat menonjol pada masanya. Para arkeolog berdebat tentang siapa pemilik wajah itu. Yamin datang dengan interpretasi bahwa wajah itu milik Gajah Mada. Sampai sekarang tidak ada yang bisa membuktikan apakah wajah itu milik Gajah Mada, juga tidak ada yang bisa membuktikan bahwa itu bukan wajah Gajah Mada.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama