Perintah Penghentian Hitler Mencegah Sekutu dari Kebinasaan di Dunkirk

Berhasilnya evakuasi ratusan ribu tentara Sekutu di Dunkirk karena Hitler mengeluarkan perintah untuk menahan serangan. Inilah yang dilupakan Christopher Nolan dalam film terbarunya, Dunkirk.

Dunkirk.

Sejak 22 Mei 1940, Jenderal Heinz Guderian, komandan Divisi Tentara Lapis Baja (AD) ke-10 Nazi-Jerman, mengejar ratusan ribu tentara Sekutu sampai ke Dunkirk di Prancis utara. Namun, Adolf Hitler mengeluarkan "Halt Order" alias perintah untuk menahan serangan. Hitler melarang mesin perangnya untuk terus menerobos ke pantai Dunkirk untuk membunuh kurang lebih 300 ribu tentara Sekutu.

Menurut PK Ojong dalam Perang Eropa: Jilid I, keputusan Hitler bersifat politis. Hitler memerintahkan untuk menahan serangan ke Dunkirk dan membiarkan Sekutu mengevakuasi ratusan ribu pasukan ke Inggris, untuk berdamai dengan Inggris.

“Hitler menganggap Inggris sebagai rekan senegaranya (sesama ras Jerman). Ini berarti bahwa Hitler merasa lebih dekat ke Inggris daripada ke Rusia, negara Slavia yang dibencinya. Hitler membiarkan Inggris melarikan diri di Dunkirk agar Inggris tidak kehilangan muka dan lebih mau berdamai dengan Hitler," tulis Ojong.

Namun, sejumlah sejarawan dan sastrawan di Eropa dan Amerika Serikat, tak sedikit yang meragukan keberadaan "Halt Order" Hitler. Ada yang mengatakan perintah itu datang dari Jenderal Karl Rudolf Gerd von Rundstedt, komandan Grup A Angkatan Darat Jerman, setelah Hitler menginspeksi markas Von Rundstedt di Charlesville pada 24 Mei 1940.

"Sebagian besar jenderal (Angkatan Darat Jerman) mengatakan itu adalah perintah Hitler. Versi lain adalah bahwa Jenderal Gerd von Rundstedt, komandan di daerah itu (Dunkirk), memerintahkan penghentian serangan selama satu hari yang kemudian diperpanjang Hitler tiga hari," tulisnya. George Victor dan John Laffin dalam Hitler: The Pathology of Evil.

Selain itu, ada juga versi yang mengatakan "Halt Order" dirilis atas permintaan Jenderal Ewald von Kleist, komandan Kleist Armor Group yang membawahi Korps Panzer XIX dan XLI. Von Kleist mengusulkan penghentian serangan kepada Jenderal Gunther von Kluge, komandan Divisi ke-4 Angkatan Darat Jerman.

“Von Kleist mengeluh bahwa divisi lapis bajanya tidak akan cukup kuat untuk melanjutkan serangan jika dia tidak terlebih dahulu menangani serangan balik Sekutu di Arras. Sepertinya dia membujuk Von Kluge untuk mengatakan itu kepada Von Rundstedt pada malam 23 Mei (1940)," tulis Hugh Sebag-Montefiore dalam Dunkirk: Fight to the Last Man.

Hitler menyetujui usulan Von Rundstedt untuk tidak melanjutkan ofensif di darat dengan berbagai pertimbangan. Mulai dari memberikan istirahat sejenak bagi kendaraan lapis baja dan prajuritnya dari Blitzkrieg yang melelahkan, hingga munculnya bujukan Reichsmarschall Hermann Goring. Komandan Angkatan Udara Nazi-Jerman (Luftwaffe) yang juga menjabat sejumlah posisi menteri menginginkan Angkatan Udara (AU) memiliki peran besar dalam invasi ke Prancis.

"Goring muncul dan mengkonfirmasi kepada Fuhrer (Hitler) bahwa Angkatan Udaranya mampu menyelesaikan pengepungan dengan menutup jalur udara pantai dan kantong pertahanan (Dunkirk) melalui udara," tulis Liddell Hart dalam A History of the Second World War.

Tak sedikit jenderal Jerman yang kemudian menyayangkan keputusan "Hentikan Perintah". Bahkan Hitler sendiri. Pasalnya, niat Hitler untuk berdamai dengan Inggris ditolak oleh Perdana Menteri Inggris Winston Churchill.

Akibatnya, Hitler merancang upaya invasi ke Inggris Raya dengan meluncurkan Unternehmen Seelowe. Operasi Sea Lion tidak dilakukan karena Luftwaffe gagal menghancurkan total Royal Air Force (RAF, British Air Force). Inggris kemudian menjadi “pangkalan” jutaan tentara Sekutu yang kemudian menyerbu Normandia pada tahun 1944.

"Churchill tidak dapat menghargai semangat 'sportif' yang saya tunjukkan dengan menahan diri untuk tidak ofensif. Kami benar-benar menahan diri dari keinginan untuk memusnahkan mereka di Dunkirk," kata Hitler seperti dikutip Oscar Pinkus dalam The War Aims and Strategies of Adolf Hitler.

Christopher Nolan melupakan "Halt Order" di film terbarunya, Dunkirk. Dia lebih fokus pada kelangsungan hidup tentara Inggris dan kebijakan Churchill untuk mengambil sekitar 300.000 pasukan Sekutu dari pantai Dunkirk melalui berbagai cara.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama